Subscribe:

Rabu, 14 Maret 2012

BEM Nus Jabodetabek dan AMJ Tolak Kenaikan Harga BBM

Jakarta, Indowarta
Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara Se-Jabodetabek dan Aliansi Mahasiswa Jakarta (AMJ) menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan tersebut dinilai sebagai sebuah kebijakan sistemik yang akan menyengsarakan rakyat Indonesia.
"Segala alasan maupun rasionalisasi Pemerintah untuk menaikan harga BBM dengan alasan untuk melakukan penghematan APBN maupun karena alasan minyak dunia yg melonjak begitu tinggi tidak mempunyai landasan yang kuat secara hukum maupun ekonomi," tegas Koordinator BEM Nusantara Jabodetabek, Rezky Tuanany dalam rilisnya kepada Indowarta.com (8/3)
Kebijakan SBY, kata Rezky, bertentangan dengan amanat konstitusi dimana semestinya negara dan pemerintah melindungi hajat hidup oranh banyak. "Pemaksaan kehendak Pemerintah sudah berkategori inkonstitusional," kata dia.
Sementara itu koordinator AMJ, M Fikri mengatakan. BEM Nusantara Jabodetabek dan Aliansi Mahasiswa Jakarta akan menentang kebijakan menaikan harga BBM.
"Kami beserta rakyat akan melakukan sebuah perlawanan untuk menentang kenaikan harga BBM," ujar Ketua BEM FH Univ Islam As-Syafi'iyah ini. (Gahar/imam).

BEM-Nus Nilai Pemerintah Kurang Respek

padangmedia.com - PADANG - Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara atau BEM-Nus menilai pemerintah kurang respek terhadap persoalan yang dihadapi bangsa seperti kasus korupsi.

Ketua Panitia penyelenggara Temu BEM Nusantara, Kariadil Harefa mengatakan, korupsi yang terjadi, termasuk partai politik menunjukan kalau pemerintah belum serius pemerintah melakukan pemberantasan korupsi.

“Kasus BLBI, Century dan Wisma Atlet butuh keseriusan pemerintah untuk menyelesaikannya,” kata Kariadil Harefa kepada wartawan, Sabtu, (19/02).

Mereka juga menilai, demokrasi di Indonesia belum bersifat demokratis tapi justeru represif, seperti kejadian di Mesuji, Bima, Papua, menunjukan karakter fasis pemerintah.
Di samping itu, sistem privatisasi, liberalisasi dan deregulasi merupakan sistem ekonomi politik pemerintah yang menguntungkan asing, dengan gaya baru.

Pemilihan langsung bupati, gubernur dan presiden yang tidaktepat diterapkan di Indonesia karena biaya tinggi. Pergantian kepemimpinan yang diharapkan bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik, justru mereka nilai menyengsarakan rakyat, karena kebijakan yang dilahirkan lebih menguntungkan pemilik modal.

Sejumlah persoalan tersebut, kata Kariadil Harefa menjadi salah satu agenda pembahasan penting dalam TEMU BEM Nusantara yang bertema Reposisi dan Pemurnian Kembali Gerakan Mahasiswa Indonesia yang digelar di Padang, Sumatera Barat.

“Pertemuan dari masing-masing Sumatera, Jakarta, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Papua itu, dalam rangka menyatukan gerakan mahasiswa di Indonesia,” kata Kariadil Harefa. (musfah)

Pertemuan di Kampus UBH Padang Pasti Digelar, BEM Nusantara Tetap Kritis dan Independen

RMOL. Pertemuan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara di kampus Universitas Bung Hatta, Padang, besok, Senin (17/2) sampai Jumat (17/2) disambut baik.
Direncanakan, 300 kampus dari seluruh penjuru Indonesia akan mengirimkan delegasinya.
"Hal ini saya pandang baik dan positif selama dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan dan prosedur yang tidak bertentangan dengan idealisme mahasiswa dan nilai moral sebagai agen perubahan bangsa," ujar deklarator BEM Nusantara Jabodetabek, Atma Winata Nawawi kepada Rakyat Merdeka Online malam ini (Minggu, 12/2).
Presiden Mahasiswa Universitas Trisakti 2008-2009 ini tampaknya yakin para mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara itu tetap menjunjung nilai-nilai idealisme. Karena BEM Nusantara dari awal berdiri hingga sekarang tetap konsisten dan komit menjadi mitra kritis Pemerintah dalam membangun bangsa guna melanjutkan estafet kepemimpinan Nasional.
"Dan yang tidak kalah pentingnya BEM Nusantara tetap menjaga indepedensi dan kenetralannya dalam menyampaikan aspirasi perjuangan," sambung Wasekjen DPP Barisan Muda PAN ini.
Pertemuan BEM Nusantara dituding bermuatan muatan politik praktis yaitu menyelamatkan SBY hingga 2014 sekaligus menjadi "tim sukses" dan media sosialisasi Ketua Umum PAN Hatta Rajasa untuk pemilihan presiden pada tahun 2014 mendatang. Tudingan ini sebelumnya disebar melalui pesan singkat dan Blackberry Messenger.
Atma menolak membantah tudingan tersebut.
"Itu bertolak belakang dengan semangat Independensi BEM Nusantara. Hal ini sangat disayangkan hingga berita ini berkembang dan menimbulkan keresahan di antara alumni dan anggota BEM Nusantara sendiri," tegas Atma.
Tentang pelaksanaan pertemuan BEM Nusantara ini, Rektor Universitas Bung Hatta Hafrijal menegaskan tidak memberi ijin kampusnya sebagai tempat pelaksanaan pertemuan mahasiswa tersebut. Hafrijal memang mengendus ada muatan politis dibalik acara tersebut.
Tapi, Atma yakin pertemuan besok tetap akan dilaksanakan."Memang ada statemen Rektor UBH kalau belum kasih izin. Tapi mengingat peserta banyak yang sudah hadir, acara pasti berlanjut," ungkapnya. [zul]